Jakarta Sibayaknews.com| Berdasarkan hasil review master plan Proyek Untuk Pengembangan Kapasitas Sektor Air Limbah melalui Peninjauan Master Plan Pengelolaan Air Limbah di DKI Jakarta tahun 2012, telah ditetapkan 15 zona wilayah pembangunan.

Jakarta utara terutama Penjaringan IPAL dan stasiun pompa Zona 1 akan dibangun di Kawasan Waduk Pluit di atas lahan seluas 3,9 hektar dengan kapasitas 240.000 meter kubik per hari dan dapat melayani 989.389 jiwa atau 220.000 SR.

Menurut Heru Margi Pangestu ketua (Forum Pemuda Penjaringan)saya sangat mengapresiasi Program pemerintah untuk di bangunya SPALD sangat bergantung pada pola berperilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, Namun Sangat disayangkan kenapa tiba tiba berubah Design pemetaan nya yang awalnya Di waduk Pluit sekarang di alihkan ke Pemukiman warga di Rw.016 wacung.

Saya mememinta tolong kepada Sumber Daya Air pemprov DKI Jakarta atau Pihak kelurahan Penjaringan untuk mengkaji kembali hal ini karena khawatir merugikan masyarakat karena terdampak pencemaran limbah nya mengingat disamping itu ada sekolahan yang tiap hari ber aktifitas belajar mengajar.

Infrastruktur ini dibutuhkan untuk mengatasi persoalan sanitasi dan air limbah di DKI Jakarta. Salah satunya pencemaran air sungai akibat sampah dan masih adanya praktik buang air besar sembarangan (BABS).

Namun coba bisa di lihat kembali apakah ada Praktik Buang air besar sembarangan di wilayah kami dan kami tidak di ikut sertakan dalam proses tiba tiba dapat info 2×24 jam lahan itu harus dikosongkan pungkas Irfan maulana pemuda.

Yayi salah seorang masyarakat setempat mengatakan kami menolak dengan adanya pembangunan SPALD ini di tempat kami tolong di geser kembali diwaduk pluit, mengingat ke khawatiran kami akan berdampaknya pencemaran limbah beberapa tahun kedepan kita tidak ada yang prediksi dan siapa yang menjamin keselamatan warga setempat,kami berharap lahan ini tetap digunakan oleh warga untuk keperluan warga setempat serta pemindahan Rencana mushollah Al ikhsan yang terkena gusur Proyek Tol Harbour Wiyoto wiyono pungkas nya. Red

Reporter  : Janri Ginting

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *