Sibayaknews.com

Karo–Palangka Raya Perkuat Kerja Sama Hortikultura, Jamin Pasokan dan Sejahterakan Petani

Sibayaknews.com– Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Kota Palangka Raya resmi memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) di sektor hortikultura. Kolaborasi ini diarahkan untuk menjamin ketersediaan pasokan komoditas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem distribusi yang lebih efisien.
Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. Dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menyambut baik kunjungan rombongan Pemerintah Kota Palangka Raya yang dipimpin Wakil Wali Kota, Ir. H. Achmad Zaini, M.P., IPU. Ia menegaskan, kerja sama ini bertujuan memenuhi kebutuhan hortikultura di Kalimantan Tengah yang belum mampu diproduksi secara optimal.
Menurutnya, sejumlah komoditas unggulan Karo seperti cabai merah telah lebih dulu dikirim ke Palangka Raya. Ke depan, distribusi akan diperluas mencakup wortel, kentang, kol, hingga bawang merah. Ia juga menyoroti kualitas wortel Karo yang dinilai unggul dari segi tekstur dan rasa, sehingga memiliki potensi besar untuk pasar luar daerah.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang difasilitasi Bank Indonesia, dan kini telah memasuki tahap teknis melalui perjanjian antar dinas terkait, khususnya di bidang pertanian dan perdagangan. Fokus utama kerja sama meliputi distribusi serta stabilisasi pasokan komoditas pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan.
Bupati Karo menekankan pentingnya percepatan realisasi transaksi sebelum kunjungan balasan ke Palangka Raya. Ia juga menegaskan perlunya memotong rantai distribusi yang selama ini merugikan petani. Dengan skema ini, diharapkan petani memperoleh harga jual lebih baik, sementara konsumen tetap mendapatkan harga terjangkau.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengapresiasi fasilitasi dari Pemkab Karo. Ia mengakui daerahnya masih bergantung pada pasokan luar untuk memenuhi kebutuhan hortikultura. Menurutnya, peran pemerintah adalah menjembatani konektivitas antara petani dan pelaku usaha agar transaksi berjalan langsung dan efisien.
Kerja sama ini juga diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan Bank Indonesia guna memetakan kebutuhan komoditas serta memastikan stabilitas harga dan distribusi.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan antar daerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi petani Kabupaten Karo.ID

=

=
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan