Demi Petani dan Ketahanan Pangan, Bupati Karo Perjuangkan Oplah 1.800 Hektare di Paya Lahlah
Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Karo melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan mendorong program optimasi lahan pertanian sebagai solusi menghadapi ancaman perubahan iklim serta menjaga stabilitas produksi pangan daerah.
Penegasan Usulan Oplah di Forum Nasional
Sibayaknews, Jakarta — Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., menegaskan secara khusus usulan lanjutan Program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 1.800 hektare di kawasan Paya Lahlah saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mitigasi kekeringan lahan pertanian yang digelar Kementerian Pertanian RI di Jakarta Selatan, Senin (20/04/2026).
Oplah Jadi Prioritas Ketahanan Pangan
Dalam forum yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono tersebut, usulan Oplah menjadi prioritas utama yang diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Karo guna menjamin keberlanjutan produksi padi di salah satu lumbung pangan strategis Sumatera Utara.
Solusi Atasi Kekeringan dan Banjir
“Program Oplah 1.800 hektare di Paya Lahlah ini bukan sekadar lanjutan, tetapi kebutuhan mendesak untuk memastikan normalisasi lahan dan jaringan irigasi berjalan sampai ke hilir. Ini kunci agar produksi padi tetap stabil di tengah ancaman kekeringan dan banjir,” tegas Antonius Ginting.

Fokus Perbaikan Sistem Irigasi Menyeluruh
Ia menjelaskan, program tersebut mencakup normalisasi saluran irigasi, perbaikan alur sungai, serta penataan sistem tata air secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Usulan ini terus diperjuangkan meski sebelumnya alokasi anggaran sempat dialihkan ke daerah terdampak bencana di Sumatera Utara.
Keberhasilan Program Sebelumnya Jadi Dasar
Keberhasilan program serupa pada tahun 2025 menjadi dasar kuat pengajuan lanjutan ini. Saat itu, normalisasi saluran dan sungai sepanjang ±15,4 kilometer berhasil memulihkan lahan pertanian pascabanjir yang sempat merendam 743 hektare sawah.
Produktivitas Padi Meningkat Signifikan
Dampaknya mulai terlihat pada panen raya padi sawah yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026 di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, dengan produktivitas mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Dengan rata-rata 6,66 ton per hektare, total produksi diperkirakan mencapai 43.956 ton dalam dua musim tanam dengan nilai ekonomi sekitar Rp285 miliar.

Sinergi Jadi Kunci Keberhasilan
Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan seluruh program tersebut, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.
Dampak Besar bagi Petani dan Ketahanan Pangan
“Jika Oplah 1.800 hektare ini terealisasi, maka bukan hanya produksi yang meningkat, tetapi juga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani akan semakin kuat,” pungkasnya.
Peran Strategis Karo di Sektor Pertanian
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, B.Sc., saat gelar panen raya padi di Paya Lahlah pada Januari 2026 menyebut Kabupaten Karo memiliki peran strategis dalam sektor pangan. Sepanjang 2025, produksi padi Karo mencapai 126.864 ton gabah kering giling (GKG) dengan nilai ekonomi sekitar Rp824 miliar.
Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Daerah
“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Karo bukan hanya penyangga pangan, tetapi juga penopang ekonomi daerah dan provinsi,” ujarnya.
Pengembangan Komoditas dan Hilirisasi
Selain Oplah, Bupati Karo juga menindaklanjuti usulan pengembangan komoditas unggulan melalui ekstensifikasi kopi seluas 1.200 hektare dan kakao 1.600 hektare, serta mendorong hilirisasi kopi melalui pengembangan industri pengolahan di daerah.
Fokus pada Nilai Tambah Produk Pertanian
“Ke depan, kita tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga nilai tambah agar kesejahteraan petani semakin meningkat,” kata Antonius Ginting.
Langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karo ini menjadi bukti nyata komitmen dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dengan dukungan pemerintah pusat serta sinergi lintas sektor, harapan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan kesejahteraan petani yang berkelanjutan semakin terbuka lebar.
=
=



