Sibayaknews.com

Harga Seblak Naik? Ini Cara Melawan Inflasi yang Tepat

Pernahkah Kamu merasa porsi seblak favoritmu makin sedikit? Atau mungkin porsinya tetap sama, tapi harganya tiba-tiba naik? Tenang, itu bukan cuma perasaanmu saja. Itu adalah tanda nyata bahwa inflasi sedang terjadi di sekitar kita.

Jika dibiarkan begitu saja, nilai uang yang Kamu pegang hari ini akan terus merosot di masa depan. Karena itu, penting bagi Kamu untuk memahami apa itu inflasi dan menyiapkan strategi jitu untuk menjaga daya beli dompetmu agar tetap aman.

Inflasi Itu “Maling” Tak Kasat Mata di Dompetmu

Sederhananya, inflasi adalah penurunan nilai uang yang terlihat dari kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus. Coba bayangkan inflasi ini seperti “maling” yang tidak terlihat. Ia tidak mengambil fisik uang dari dompetmu, tapi ia mengambil kemampuan uang tersebut untuk membeli barang.

Misalnya, jika tahun lalu uang Rp20.000 cukup untuk membeli dua mangkok bakso, mungkin tahun ini uang yang sama hanya cukup untuk satu setengah mangkok. Nominal uangmu tetap sama, tetapi kekuatan membelinya yang berkurang. Inilah alasan utama kenapa Kamu merasa biaya hidup makin berat, padahal gaya hidupmu tidak banyak berubah.

Sejarah Kenaikan Harga Barang Pokok 5 Tahun Terakhir

Supaya lebih paham dampaknya, mari kita tengok sedikit ke belakang. Dalam lima tahun terakhir, harga kebutuhan pokok perlahan tapi pasti terus merangkak naik. Mulai dari beras, minyak goreng, hingga bahan bakar kendaraan, semuanya mengalami penyesuaian harga.

Kenaikan ini mungkin terlihat kecil jika kita perhatikan per bulan. Namun, jika diakumulasikan dalam hitungan tahun, dampaknya akan sangat terasa pada kondisi finansialmu.

Daya beli uang Rp100 ribu dulu vs sekarang

Mari kita buat perbandingan yang mudah dibayangkan. Lima tahun lalu, membawa uang Rp100 ribu ke supermarket mungkin bisa membuat keranjang belanjaanmu penuh dengan beras, telur, minyak, dan camilan.

Sekarang, coba bawa uang Rp100 ribu yang sama ke supermarket hari ini. Kamu mungkin hanya akan pulang dengan membawa setengah dari barang yang biasa Kamu beli dulu. Nominalnya sama-sama Rp100 ribu, tapi barang yang didapat jauh lebih sedikit. Ini adalah bukti nyata bahwa daya beli uangmu telah tergerus oleh waktu dan inflasi.

Kenapa Menabung di Celengan Saja Bikin Kamu Rugi

Masih banyak yang berpikir bahwa cara teraman menyimpan uang adalah dengan menabungnya di celengan atau membiarkannya mengendap di rekening biasa. Sayangnya, pola pikir ini justru bisa membuatmu merugi secara perlahan.

Kenapa bisa begitu? Alasannya karena tingkat bunga tabungan biasa sering kali lebih rendah daripada tingkat inflasi. Jika inflasi tahunan mencapai 3% hingga 4%, sementara uangmu hanya “tidur” di celengan dengan pertumbuhan 0%, maka secara riil kekayaanmu sedang menyusut. Kamu tidak kehilangan lembaran uangnya, tapi Kamu kehilangan kemampuan uang tersebut untuk membiayai impianmu di masa depan.

Rumus Sederhana: Investasi Harus di Atas Tingkat Inflasi

Lalu, apa solusinya? Kita memang tidak bisa menghentikan laju inflasi, tapi Kamu bisa “berlari” lebih cepat darinya. Kuncinya ada pada satu rumus sederhana, yaitu hasil investasi harus lebih tinggi dari tingkat inflasi.

Jika inflasi rata-rata adalah 4% per tahun, maka Kamu perlu menempatkan uangmu pada instrumen investasi yang memberikan potensi keuntungan (return) di atas 4%. Dengan strategi ini, nilai uangmu tidak hanya terjaga, tapi juga bertumbuh. Inilah satu-satunya cara agar Kamu tetap bisa membeli seblak, rumah, atau kebutuhan lainnya di masa depan tanpa takut harganya melambung tinggi.

Lawan Inflasi dengan Reksa Dana Saham di Aplikasi OCTO

Salah satu kendaraan investasi yang cocok untuk melawan inflasi dalam jangka panjang adalah reksa dana saham. Instrumen ini dikenal memiliki potensi pertumbuhan nilai yang cukup agresif, sehingga mampu mengalahkan laju inflasi tahunan.

Kabar baiknya, Kamu tidak perlu menjadi ahli ekonomi untuk mulai berinvestasi. Sekarang, Kamu bisa mulai berinvestasi reksa dana dengan mudah melalui aplikasi OCTO.

Potensi return tinggi untuk jangka panjang

Reksa dana saham akan menempatkan dana investasi pada saham-saham perusahaan besar yang punya potensi pertumbuhan tinggi. Meskipun ada risiko naik-turun harga dalam jangka pendek, secara historis reksa dana saham menawarkan potensi imbal hasil yang tinggi untuk jangka waktu di atas 5 tahun.

Di aplikasi OCTO, Kamu bisa memilih beragam produk reksa dana dari manajer investasi terpercaya. Berikut beberapa keunggulannya:

  • Terjangkau: Kamu tidak perlu modal besar, cukup mulai dari Rp10.000 saja.

  • Praktis: Tidak perlu repot ke bank, proses pembelian dan penjualan dilakukan sepenuhnya secara online.

  • Likuid: Dana investasi bisa dicairkan kapan saja saat Kamu membutuhkannya.

Kesimpulan

Inflasi adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari, tapi dampaknya tentu bisa diminimalisir dengan strategi keuangan yang cerdas. Jangan biarkan uangmu “tertidur” dan habis dimakan inflasi. Mulailah beralih dari sekadar menabung biasa menjadi berinvestasi agar daya beli Kamu tetap terjaga di masa depan.

Siap amankan nilai uangmu dari gerusan inflasi? Yuk, mulai investasi reksa dana sekarang juga dengan mudah dan praktis hanya di aplikasi OCTO!

=

=
Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan