Gubernur Bobby Nasution Gerak Cepat: Evakuasi Korban dan Buka Jalur Logistik Bencana di Sumut

Medan – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk memprioritaskan evakuasi korban serta membuka akses jalur logistik yang terputus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Instruksi tersebut ditegaskan Bobby dalam rapat koordinasi penanganan bencana bersama Menko PMK RI Pratikno secara daring, Kamis (27/11/2025).
Gubernur Sumut menegaskan bahwa penanganan bencana harus berfokus pada pelayanan kemanusiaan, mulai dari pencarian dan pertolongan hingga evakuasi korban serta pembukaan akses jalan yang terputus akibat banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menyalurkan berbagai bantuan logistik ke sejumlah daerah, antara lain minyak goreng, gula putih, teh celup, mi instan, dan ikan sarden dalam jumlah besar. Namun demikian, Bobby mengakui masih terdapat wilayah yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat karena tertutup material longsor.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, sedikitnya 13 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Langkat, Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padangsidimpuan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, dan Deli Serdang.
Total korban mencapai 123 jiwa, terdiri dari 47 orang meninggal dunia, sembilan orang dinyatakan hilang, serta 67 orang mengalami luka berat dan luka ringan. Selain itu, sebanyak 4.035 warga masih mengungsi di tujuh kabupaten/kota.

Gubernur menjelaskan, delapan kabupaten/kota sudah dapat diakses bantuan melalui jalur darat, sementara dua wilayah, yakni Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, masih terisolasi karena akses terputus total. Pemprov Sumut pun telah berkoordinasi dengan TNI untuk menyiapkan dua unit helikopter guna menyalurkan bantuan melalui jalur udara.
Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan, Bobby juga menetapkan status darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari ke depan di wilayah terdampak. Penetapan status darurat ini dimaksudkan untuk memperkuat pendampingan terhadap daerah terdampak, mempercepat koordinasi tim reaksi cepat multisektor, mendirikan pos pengungsian dan pos lapangan, serta menghimpun dukungan dari BUMN, BUMD, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, menyampaikan bahwa pemulihan jaringan komunikasi di wilayah terdampak terus dilakukan. Hingga kini masih terdapat beberapa daerah yang mengalami gangguan komunikasi akibat rusaknya infrastruktur sejak bencana terjadi.
Di tingkat pusat, Menteri Koordinator PMK RI Pratikno menegaskan keseriusan pemerintah pusat dalam menangani bencana di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Ia menyebutkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan penanganan serius pada masa tanggap darurat sekaligus persiapan pemulihan pascabencana, terutama perbaikan infrastruktur dan pemulihan kehidupan masyarakat.
Pada Jumat (28/11/2025), Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution juga meninjau langsung lokasi pengungsian di GOR Pandan, Tapanuli Tengah. Setibanya di lokasi, Bobby melihat kondisi pengungsi yang masih memprihatinkan, mulai dari penataan ruang yang kurang baik hingga sanitasi yang belum memadai.
Dalam kunjungannya tersebut, Bobby langsung menginstruksikan pemindahan bayi, ibu hamil, dan warga yang sakit ke area yang lebih layak agar mendapatkan penanganan dan kenyamanan yang lebih baik. Selain itu, Pemprov Sumut mempercepat perbaikan listrik dan jaringan komunikasi yang terdampak kerusakan gardu induk serta melakukan pendataan kebutuhan mendesak masyarakat, seperti air bersih, LPG, kebutuhan anak dan perempuan, serta bahan pangan pokok.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi di Sumut, baik pada masa tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana. Upaya ini diharapkan dapat memulihkan akses logistik, komunikasi, dan infrastruktur sekaligus memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
=
=



