Kapolda Sumut-Pemkab Karo Siapkan Evakuasi Warga Antisipasi Erupsi Sinabung

Karo, Pemerintahan65 Dilihat

 

KARO (sibayaknews.com) – Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K bersama Pemerintah Kabupaten Karo menyiapkan langkah kontingensi dan skema evakuasi warga sebagai antisipasi meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.

Kapolda Irjen Whisnu bersama PJU Poldasu melakukan kunjungan ke Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Sinabung, Kabupaten Karo, Selasa (1/9), untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik sekaligus memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karo.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mendapat paparan mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, baik secara visual maupun berdasarkan data kegempaan, dari Kepala PPGA Sinabung Armen Putra.

Kapolda Whisnu menegaskan TNI-Polri siap memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Karo dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana, termasuk apabila terjadi peningkatan erupsi yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Kami dari Polda Sumut dan Kodam I/BB mempersiapkan bantuan sepenuhnya kepada Pemda Karo. Apabila terjadi erupsi yang lebih besar, pimpinan daerah bersama TNI-Polri akan bergerak cepat agar tidak ada korban jiwa,” ujar Kapolda kepada wartawan.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Polda Sumut telah menyiagakan 172 personel gabungan dari Satuan Brimob dan Direktorat Samapta yang memiliki kualifikasi penanganan bencana alam.

Selain personel, kepolisian juga menyiapkan dukungan berupa dapur lapangan dan kebutuhan penanganan darurat lainnya. Kapolres Karo dan Dandim 0205/TK juga diperintahkan untuk terus melakukan pelatihan serta simulasi evakuasi mandiri bersama masyarakat di wilayah terdampak.

Kapolda mengatakan aktivitas Gunung Sinabung bersifat dinamis sehingga kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu hingga terjadi erupsi besar.

“Aktivitas Sinabung ini sifatnya sangat dinamis. Kapan erupsi susulan terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, kita siapkan simulasi dan mitigasi sejak awal. Jangan tunggu meletus baru siap-siap. Sejak hari ini langkah cepat, efektif, dan efisien sudah berjalan,” katanya.

*Pemkab Karo Siapkan Titik Evakuasi
Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting mengatakan Pemkab Karo bersama BPBD, TNI-Polri dan relawan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi dampak peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

Salah satunya dengan melakukan penyiraman ruas jalan yang terdampak abu vulkanik di wilayah Kecamatan Berastagi, termasuk Jalan Veteran dan Jalan Jamin Ginting, untuk mengurangi paparan abu yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Pemkab Karo juga telah menyalurkan
15.000 masker bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, termasuk Kota Berastagi dan Kecamatan Dolat Rakyat.

Di sektor pendidikan, Pemkab Karo mengambil kebijakan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka selama dua hari sekaligus menyiapkan skema belajar dari rumah bagi sekolah yang berada di wilayah berisiko.

Kebijakan tersebut antara lain menyasar SD 85 dan SD 86 Guru Kinayan, SD 83 dan SD 84 Payung, SD 75 Tiga Seringgid di Kuta Tengah, serta SMP Negeri 1 Atap 2 Payung.

Antonius mengatakan Pemkab Karo juga telah menyiapkan skema evakuasi apabila status Gunung Sinabung meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

“Berdasarkan analisis Badan Geologi, terdapat dua desa utama di radius sektoral yang akan dievakuasi, yaitu Desa Payung, Kecamatan Payung, yang diungsikan ke Jambur Desa Batukarangg, serta Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, yang diungsikan ke Jambur Desa Sukatepu dan area Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, termasuk menghadapi adanya warga yang masih enggan mengungsi karena aktivitas erupsi yang dinilai masih berfluktuasi.

Pemkab Karo bersama Forkopimda memastikan kesiapan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi kemungkinan erupsi susulan.

Saat ini, satu posko utama dan armada dapur umum telah disiagakan di lapangan. Sejumlah lokasi pendukung juga tengah dipersiapkan melalui koordinasi dengan BPBD Sumatera Utara dan Kementerian Sosial.

“Kami memastikan fasilitas dasar dan kebutuhan penanganan darurat siap digunakan kapan saja apabila harus dilakukan evakuasi dalam skala lebih besar,” kata Antonius. (*)

Pewarta : Ade Friadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *