Bupati-Wabup Samosir Pastikan Korban Kecelakaan Bus Pariwisata Ditangani

Kriminal, Samosir54 Dilihat

SAMOSIR ,sibayaknews.com : Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk mengunjungi korban kecelakaan bus pariwisata yang menjalani perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga, Sabtu (19/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para korban mendapat pelayanan medis dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Vandiko mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir menanggung biaya pengobatan korban selama menjalani perawatan di RSUD Hadrianus Sinaga.
“Walaupun mereka bukan warga Samosir, sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan, saya sudah instruksikan agar seluruh biaya perobatan selama di RSUD Hadrianus Sinaga kita tanggung sepenuhnya,” ujar Vandiko.
Ia juga meminta korban yang hendak kembali ke daerah asal mengikuti rekomendasi dokter. Pemkab Samosir, kata Vandiko, siap membantu kepulangan setelah kondisi korban dinyatakan memungkinkan secara medis.
“Kalau memang secara medis sudah diperbolehkan untuk pulang, kita bantu. Jangan sampai dipaksakan kalau kondisi belum memungkinkan. Kami akan mengupayakan yang terbaik,” katanya.
Pemkab Samosir juga menyiapkan ambulans bagi korban yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit lain.
“Kita juga akan mempersiapkan ambulance apabila ada korban yang perlu dirujuk. Kami siap mengantar ke rumah sakit rujukan sesuai kebutuhan medis,” ucap Vandiko.
Terkait bantuan Jasa Raharja, Vandiko menyatakan Pemkab Samosir akan membantu melakukan komunikasi meski hal tersebut bukan kewenangan pemerintah daerah.
“Kami akan bantu komunikasikan dengan Jasa Raharja agar ke depan kalau memang bisa di-cover, dapat membantu biaya perobatan para korban,” jelasnya.
Menurut Vandiko, perhatian pemerintah diberikan karena para korban merupakan wisatawan yang mengalami musibah saat berada di Samosir.
“Kita hadir untuk memberikan semangat dan motivasi kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban. Mereka datang ke Samosir sebagai wisatawan, dan ketika mengalami musibah di daerah kita, tentu kita harus hadir dan memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.
Kecelakaan tersebut juga menjadi perhatian Pemkab Samosir terhadap keselamatan transportasi wisata. Vandiko mengingatkan pentingnya memastikan kelayakan kendaraan serta kondisi kesehatan dan stamina pengemudi maupun wisatawan.
“Kelayakan kendaraan harus diperhatikan. Begitu juga dengan kesehatan dan stamina pengemudi maupun wisatawan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Samosir bisa menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan dapat dihindari,” katanya.
27 Penumpang Mendapat Penanganan Medis
Sebelumnya, bus pariwisata yang membawa rombongan Serikat Tolong Menolong (STM) Satahi asal Kisaran mengalami kecelakaan di Desa Boho, Kecamatan Sianjur Mula Mula.
Bus berpenumpang 32 orang tersebut dilaporkan kehilangan kendali hingga terbalik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tetapi sejumlah penumpang mengalami luka-luka.
Pihak RSUD Hadrianus Sinaga menyebutkan sebanyak 27 orang sempat dirujuk untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis. Dua orang lainnya telah kembali ke penginapan, sedangkan korban lainnya mendapat penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Dari hasil pemeriksaan, satu korban mengalami patah tulang dan telah dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Beberapa korban masih menjalani observasi, termasuk satu orang dengan cedera pada tangan dan panggul serta seorang lainnya mengalami patah pada bagian hidung yang kemungkinan dirujuk dari RSUD Hadrianus Sinaga.
Ketua STM Satahi Kisaran, Renhard Manalu, mengatakan perjalanan wisata ke Samosir telah direncanakan sejak jauh hari. Sebelum kecelakaan, rombongan telah mengunjungi sejumlah destinasi wisata.
“Kami sudah dari Tano Ponggol, Menara Pandang, Air Terjun Efrata dan Sibea-bea. Rencana kembali ke homestay, mobil terbalik di Desa Boho,” ungkap Renhard.
Renhard bersyukur kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Samosir dan masyarakat Desa Boho yang membantu para korban.
“Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati Samosir. Sewaktu kecelakaan tadi masyarakat desa sangat baik, banyak yang menolong dan mempersilakan kami masuk ke rumah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Perjalanan Wisata STM Satahi, Paber Silaban, mengatakan dirinya berada di kendaraan berbeda yang mengiringi bus dan berada tepat di belakang kendaraan tersebut saat kecelakaan terjadi.
Menurut Paber, kecelakaan diduga terjadi setelah bagian as roda depan sebelah kiri mengalami masalah sehingga pengemudi kehilangan kendali. Ia menyebut kecelakaan bukan karena bus melaju dengan kecepatan tinggi ataupun pengemudi mengantuk.
“Tidak ada rem blong atau sopirnya mengantuk. Kemungkinan besar terotnya lepas sehingga sopir kehilangan kendali,” jelasnya.
Paber juga mengatakan bus tidak melaju dengan kecepatan tinggi selama perjalanan.
“Kalau tadi mobilnya kebut-kebutan, pasti penumpang banyak yang parah. Penumpang yang di dalam bus juga mengakui mobil tersebut tidak melaju kencang,” katanya.
Keterangan mengenai penyebab kecelakaan tersebut merupakan penjelasan dari pihak rombongan. Sementara penanganan terhadap para korban terus dilakukan sesuai kondisi medis masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *