KABANJAHE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menerima aspirasi masyarakat Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, yang menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Bupati Karo, Kamis (20/8/2026). Warga menyampaikan sejumlah tuntutan, mulai dari percepatan perbaikan jalan, penanganan praktik pungutan liar (pungli), hingga peningkatan keamanan di wilayah tersebut.
Aspirasi masyarakat diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., M.M., yang hadir mewakili Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG.
Dalam aksi tersebut, masyarakat menegaskan bahwa jalan menuju Desa Semangat Gunung merupakan satu-satunya akses utama yang menopang aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas warga. Karena itu, mereka meminta pemerintah mempercepat proses pembangunan dan perbaikan jalan yang selama ini dinilai sangat mendesak.
Selain persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan keluhan mengenai dugaan praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tertentu di sepanjang jalur menuju desa. Mereka turut mengungkapkan adanya dugaan sabotase terhadap jaringan listrik PLN yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Sebagai solusi jangka panjang, masyarakat juga mengusulkan pembukaan jalur alternatif yang menghubungkan Desa Semangat Gunung dengan Desa Lau Gumba. Jalan baru tersebut diharapkan dapat menjadi akses tambahan untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Daerah menjelaskan bahwa proses perizinan pembangunan jalan yang melintasi kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) masih berlangsung di Kementerian Kehutanan. Pemerintah Kabupaten Karo juga terus mengupayakan dukungan pendanaan agar pembangunan dapat direalisasikan melalui APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2027.
Menurut Sekda, pembangunan jalan belum dapat dianggarkan pada tahun 2026 karena harus mengikuti mekanisme dan ketentuan penganggaran yang berlaku.
“Untuk tahun 2026, perbaikan jalan ini belum masuk anggaran. Prosesnya bertahap. Semua harus sesuai aturan penganggaran. Kami mohon masyarakat bersabar. Pemkab Karo akan terus mengawal supaya pembangunannya bisa dimulai tahun 2027,” ujar Gelora Kurnia Putra Ginting.
Terkait persoalan keamanan, pemerintah menyampaikan bahwa saat ini telah didirikan empat pos pengamanan di kawasan tersebut. Ke depan, jumlah pos akan ditambah sebagai langkah mempersempit ruang gerak pelaku pungutan liar sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan secara resmi kepada Polres apabila mengalami atau mengetahui adanya praktik pungli. Langkah tersebut dinilai penting agar aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, dugaan sabotase terhadap aliran listrik PLN disebut telah ditangani langsung oleh pihak PLN sehingga diharapkan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat dapat kembali normal.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Karo juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks terkait isu pungutan liar. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, praktik tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh oknum tertentu dan bukan merupakan kebijakan pemerintah.
Sekda menegaskan pentingnya menjaga situasi yang kondusif demi kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Karo.
“Mari kita jaga ketertiban, kenyamanan wisata, dan tidak mudah percaya serta menyebarkan informasi yang tidak benar. Kita jaga bersama nama baik Tanah Karo demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dukungan terhadap percepatan pembangunan jalan juga datang dari DPRD Kabupaten Karo. Dalam pertemuan tersebut, DPRD menyatakan komitmennya untuk mengawal hasil rapat agar dapat ditindaklanjuti dalam pembahasan anggaran daerah maupun anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, para Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Karo, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Merdeka, serta perwakilan masyarakat Desa Semangat Gunung.






