Pemko Medan Tingkatkan Drainase Jalan Gaperta, Warga Apresiasi Langkah Penanganan Banjir

Medan, Pemerintahan32 Dilihat

MEDAN , Kamis (24/9/2026) sibayaknews.com : Upaya Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) dalam meningkatkan sistem drainase perkotaan mendapat apresiasi masyarakat.

Salah satunya melalui pekerjaan peningkatan drainase di kawasan Jalan Gaperta M/D Simpang Jalan Kapten Muslim menuju Simpang Jalan Beringin Raya, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia.

Pekerjaan tersebut tercatat memiliki nilai kontrak Rp8.008.822.117, dengan Nomor Kontrak 013/SP/24.1/APBD/2026, tanggal kontrak 25 Juni 2026, masa pelaksanaan 173 hari, dan dilaksanakan oleh CV Amanda Citra. Data tersebut tercantum pada papan informasi proyek .

Pembangunan ini dinilai masyarakat sebagai bentuk perhatian Pemko Medan terhadap persoalan drainase perkotaan yang selama ini menjadi salah satu faktor yang perlu ditangani dalam upaya mengurangi genangan ketika hujan deras.
Masyarakat Berterima Kasih
Sejumlah warga menyambut positif adanya pekerjaan tersebut. Mereka berharap pembangunan tidak hanya memperbaiki kondisi saluran secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kelancaran aliran air dari lingkungan menuju sistem drainase utama.

“Kami berterima kasih karena kawasan ini mendapat perhatian. Harapan kami setelah drainase selesai, aliran air lebih lancar dan genangan dapat berkurang ketika hujan,” demikian harapan warga.

Masyarakat juga berharap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan kualitas konstruksi yang telah ditetapkan, sehingga infrastruktur yang dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang. Targetnya Drainase Berfungsi dan Antisipasi Genangan
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas SDABMBK Kota Medan, Hardy Patuan Halomoan Sibarani, S.T., M.M., tercatat menjabat pada bidang yang menangani sumber daya air dan drainase Pemko Medan.
Dalam pemberitaan mengenai program drainase Pemko Medan, Hardy menyampaikan bahwa pembangunan drainase diarahkan untuk mengantisipasi genangan dan banjir, dengan ukuran keberhasilannya dapat dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah saluran berfungsi. Ia juga menekankan pentingnya kualitas pekerjaan, kesesuaian lspesifikasi, kapasitas saluran, konektivitas antar-drainase, pembuangan akhir serta pemeliharaan setelah pembangunan.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam optimalisasi sistem drainase r.perkotaan. Artinya, pembangunan tidak sekadar mengejar penyelesaian fisik, tetapi harus diarahkan agar sistem drainase benar-benar bekerja sebagai jaringan yang saling terhubung.
Optimalisasi Menjadi Kunci
Dengan nilai pekerjaan lebih dari Rp 8 miliar, masyarakat tentu berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata. Selain pembangunan fisik, pemeliharaan saluran, pembersihan sedimentasi dan sampah, serta pengawasan terhadap konektivitas saluran juga menjadi faktor penting agar kapasitas drainase tetap optimal.

Pemko Medan melalui SDABMBK diharapkan terus melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan genangan dan mengintegrasikan penanganannya dengan jaringan drainase yang sudah ada.

Dengan demikian, pekerjaan di Jalan Gaperta bukan hanya menjadi pembangunan satu ruas drainase, tetapi menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mengoptimalkan sistem drainase perkotaan dan mengurangi risiko genangan di Kota Medan.(SP/SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *