Paul Mei Simanjuntak, SH Tampung Aspirasi Warga dalam Reses Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan

Medan ,sibayaknews.com : Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Simanjuntak, SH, menampung berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Amal, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Medan, Boido Panjaitan, SH, memaparkan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta memperkuat Wawasan Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia menjelaskan, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga pedoman dalam membangun kehidupan yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial. Kelima sila harus diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, semangat gotong royong, serta kesediaan menyelesaikan persoalan melalui dialog.

Menurutnya, Wawasan Kebangsaan juga berperan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Karena itu, warga diharapkan mampu menjaga kerukunan, menyaring informasi secara bijak, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.

Penerapan nilai-nilai Pancasila, lanjutnya, perlu tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi demi kepentingan bersama.
Usai pemaparan materi, warga menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari persyaratan bantuan sosial, pembaruan data desil, penanganan banjir, perbaikan jalan rusak, hingga lampu penerangan yang tidak berfungsi. Masyarakat juga meminta perhatian bagi penyandang disabilitas, tunarungu, warga yang mengalami stroke, dan lanjut usia (lansia).

Menanggapi persoalan banjir, Paul menyampaikan bahwa usulan pembangunan parit baru telah diajukan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan. Pembangunan saluran tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi genangan air di lingkungan warga.

Terkait bantuan sosial, ia mengimbau masyarakat memastikan kelengkapan administrasi dan kesesuaian data kesejahteraan keluarga dengan kondisi sebenarnya. Pembaruan data desil harus dilakukan melalui mekanisme yang berlaku agar warga yang memenuhi kriteria, khususnya kelompok desil 1 hingga 5, dapat dipertimbangkan menerima bantuan sesuai ketentuan dan kuota yang tersedia.

Paul juga mengajak warga yang membutuhkan bantuan agar berkonsultasi ke Rumah Aspirasi Paul Mei Anton Simanjuntak dengan membawa dokumen pendukung. Dengan demikian, persoalan yang disampaikan dapat diteruskan kepada dinas terkait untuk memperoleh tindak lanjut.

Ia berharap usulan masyarakat dapat ditangani sesuai kewenangan, ketentuan, dan ketersediaan anggaran sehingga kebutuhan yang menjadi prioritas berpeluang direalisasikan pada 2027.

Paul turut mengingatkan warga agar menjaga keamanan rekening pribadi dan menghindari keterlibatan dalam judi online.

Sementara itu, Lurah Pulo Brayan Darat II, Aprida Nainggolan, SST, didampingi Abdi Wibowo yang mewakili Kecamatan Medan Timur, menjelaskan bahwa warga yang mengalami kendala terkait bantuan sosial dapat mendatangi kantor kelurahan untuk memeriksa dan memperbaiki data sesuai prosedur.

Ia menambahkan, usulan perbaikan jalan, penanganan banjir, dan perbaikan lampu penerangan yang rusak telah disampaikan kepada pihak terkait. Masyarakat diharapkan bersabar menunggu proses penanganan karena setiap usulan memerlukan tahapan sesuai mekanisme yang berlaku.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Hengki Hutagalung, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemaparan materi, dan sesi tanya jawab.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Daniel Sinaga, pembagian suvenir, serta foto bersama.

Turut hadir Lurah Aprida Nainggolan, perwakilan Kecamatan Medan Timur Abdi Wibowo, Sekretaris PAC PDI Perjuangan Medan Timur Syahnul Adnan, serta Bendahara PAC Ilus Loido.
Melalui reses tersebut, aspirasi
masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan tindak lanjut bagi pemerintah sesuai kewenangannya, sementara pemahaman terhadap Pancasila dan Wawasan Kebangsaan terus diperkuat sebagai landasan menjaga persatuan dan membangun kepedulian sosial.(SP/Yoel/SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *