Selamat Datang di Portal Berita SibayakNews
•
Menyajikan Berita Teraktual, Tajam, dan Terpercaya Seputar Sumatera Utara dan Nasional
•
Ikuti terus update terbaru dari kami setiap harinya.
Homepage/BudayaPutry Sang Proklamator RI , Ayu Gembirowati Soekarno Putri Resmikan Museum dan Galeri Bung Karno .
Putry Sang Proklamator RI , Ayu Gembirowati Soekarno Putri Resmikan Museum dan Galeri Bung Karno .
| Warga Lampung Timur menyambut positif dan sambutan luar biasa dengan di resmikan museum Ir. H. Soekarno Centre dan Galeri diresmikan yang berlokasi di Jalan Nusantara Raya , Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batang Hari Nuban , Kabupaten Lampung Timur , Provinsi Lampung , Antusias warga Desa Bumi Jawa dan warga sekeliling wilayah Lampung Timur datang menyaksikan peresmian Museum sang Proklamator dan masuk melihat koleksi peinggalan PP rastasi Bapak H.Ir. Soekarno, Senen ( 112/10/2026 ).
Dalam penggagasan tersebut adalah Ayu Gembirowati Fransisca Soekarno Putri, inisiator Empat Pilar Gerakan Desa yang seorang Putry ayahanda Ir.H. Soekarno Presiden pertama Republik indonesia .
Dalam kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan pusat dari instansi pemerintah, dan unsur pemerintah daerah, Anggota Komunitas dari Madura , Komunitas , Kalimantan Tengah, Komunitas RAS Rajawali dan Anggota RAS Rajawali Kota Bekasi juga terlihat turut hadir Jonathan Sigar CEO Yayasan Filadelfia Sejahtera Indonesia ,/ Pimpinan Redaksi Citra.
Putry sang proklamator yang tegar dan prioritas kepada Nunsantara negeri yang makmur Ayu Gembirowati Fransisca Soekarno Putri, menuangkan sebuah
Gagasan tersebut. Dan rencananya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang sebelumnya direncanakan turut hadir dalam peresmian Galeri dan Museum Ir. H. Soekarno sang Proklamator RI ,namun beliau berhalangan untuk datang.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kementerian, termasuk Dr. Andi Wijaya, ST., M.AP., Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, mewakili Pemerintah Daerah, hadir Kepala Bidang Ketransmigrasian Provinsi Lampung: Hayudian Utomo, S.Sos., M.M. Ketua Umum Forum Aliansi Persaudaraan Indonesia – Iran, Buya Hasan, yang didampingi Jalaludin (Sekjen), serta unsur pemerintah daerah yang disebut mewakili Bupati dan Gubernur Lampung Timur, serta Aparat Penegak hukum yang diantaranya jajaran Polsek Batanghari Nuban, Koramil, Polres Lampung Timur, Kodim dan Polda Lampung. Dengan di hadiri juga Ratusan Anggota Komunitas Galeri Bung Karno hingga para perwakilan wali Desa se Indonesia.
Ayu Gembirowati Fransisca Soekarno Putri menegaskan , ” pentingnya menempatkan desa sebagai fondasi pembangunan bangsa. Menurut gagasan yang diperkenalkannya, penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah perjuangan bangsa dan penanaman nilai-nilai kebangsaan ” Kata anak dari Ayu Gembirowati Soekarno Putry Sang Proklamator RI. H. Soekarno .
Lebih lanjut ,” Soekarno Centre, Museum dan Galeri Bung Karno, serta program penguatan ekonomi desa, Dewi Ayu berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha ” ungkap biasa di sapa Bunda Ayu .
Ia juga mendorong agar gagasan tersebut diterjemahkan menjadi program nyata yang mendukung kemandirian, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat desa ” paparnya.
Istilah Pertama, Rumahku Istanaku–Soekarno Centre, yang diarahkan sebagai pusat kajian kebangsaan, sejarah perjuangan, dan pendidikan nilai-nilai Pancasila.
Kedua, Museum dan Galeri Bung Karno, yang diperkenalkan sebagai ruang edukasi sejarah dan pelestarian warisan perjuangan Proklamator Republik Indonesia.
Ketiga, Bank Central Soekarno, yang membawa gagasan penguatan kelembagaan ekonomi dan koperasi bagi desa serta kelurahan. Status kelembagaan, perizinan, mekanisme operasional, dan bentuk layanannya masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak penyelenggara.
Keempat, Wadah Tunggal 83.755 Desa dan Kelurahan NKRI, yang diproyeksikan sebagai ruang komunikasi, konsolidasi, dan sinergi pembangunan desa serta kelurahan secara nasional.
Keempat pilar tersebut menggabungkan dimensi pendidikan kebangsaan, pelestarian sejarah, penguatan ekonomi, dan koordinasi pembangunan masyarakat.
Sementara itu, Dr. Andi Wijaya, ST., M.AP., menegaskan bahwa paradigma pembangunan kawasan transmigrasi kini diarahkan pada pembentukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru ” imbuhnya
Menurutnya, ” Dalam pengembangan potensi lokal perlu disertai diversifikasi usaha, pengolahan hasil produksi, dan industrialisasi berbasis masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga berpeluang menciptakan nilai tambah melalui produk olahan dan kegiatan usaha yang lebih beragam ” ujarnya.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, memperkuat aktivitas ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Kunci
Pengembangan Empat Pilar Gerakan Desa membutuhkan perencanaan terukur, pembagian tanggung jawab yang jelas, kolaborasi lintas sektor, serta evaluasi manfaat bagi masyarakat.
Khusus program yang berkaitan dengan perbankan, koperasi, dan layanan ekonomi, keterbukaan mengenai status hukum, perizinan yang dipersyaratkan, sumber pendanaan, dan tata kelola menjadi aspek penting untuk memastikan pelaksanaan sesuai ketentuan.
Dengan transparansi dan akuntabilitas, masyarakat dapat menilai perkembangan setiap program secara objektif, termasuk manfaat nyata yang dihasilkan.
Membangun Desa, Menguatkan Indonesia
Gagasan Dewi Ayu mengenai desa sebagai fondasi pembangunan bangsa sejalan dengan pandangan Andi Wijaya tentang pentingnya transformasi ekonomi kawasan. Keduanya menempatkan pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi potensi lokal sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.
Agenda Soekarno Centre di Lampung Timur menjadi momentum untuk memperkenalkan Empat Pilar Gerakan Desa kepada publik. Namun, keberhasilan gagasan tersebut akan bergantung pada kejelasan program kerja, pelaksanaan yang konsisten, transparansi pengelolaan, dan dampak yang dapat diukur.
Selanjutnya acara diakhiri dengan diajaknya para tamu undangan untuk bisa melihat langsung isi gedung Museum Soekarno Centre yang terletak di Lampung Timur , Provinsi Lampung.